Dari Concurring Hingga Dissenting Opinions: Menelusuri Jejak Pemikiran Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati (From Concurring to Dissenting Opinions: Tracing the Thoughts of Constitutional Justice Maria Farida Indrati)
Serviam: Pengabdian dan Pemikiran Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati, Pan Mohamad Faiz, ed., AURA Publishing, 2018, pp. 3-24
22 Pages Posted: 15 Oct 2018
Date Written: August 1, 2018
Abstract
Indonesian Abstract: Pada pertengahan Agustus 2018, Maria Farida Indrati, Hakim Konstitusi perempuan pertama dan satu-satunya telah menyelesaikan masa jabatannya. Hakim Maria mengemban amanah sebagai hakim konstitusi untuk dua periode sejak 2008 silam. Tidak hanya menyumbangkan kontribusi besar terhadap ribuan putusan yang telah dikeluarkan Mahkamah Konstitusi, Hakim Maria juga dikenal luas sebagai seorang hakim konstitusi yang memiliki prinsip dan pendirian kuat dalam berpendapat. Dirinya tidak segan untuk menyampaikan pendapat berbeda dengan para hakim konstitusi lainnya tatkala memutus suatu perkara. Melalui pandangan dan perspektifnya, Hakim Maria juga dilekatkan sebagai hakim konstitusi yang dinilai sangat mendukung kepentingan dan keadilan bagi anak-anak dan perempuan. Namun tidak banyak pihak yang menggali pemikiran Hakim Maria terhadap isu-isu lainnya. Misalnya, Hakim Maria sebenarnya juga merupakan hakim konstitusi yang tajam dalam menilai apakah suatu undang-undang yang sedang diuji konstitusionalitasnya telah taat asas-asas pembentukan peraturan perundangan-undangan atau tidak. Selain itu, Hakim Maria juga memiliki perspektif mandiri mengenai diskursus mulai dari isu-isu ketatanegaraan, pemerintahaan, pemilihan umum, hingga agama dan hukum pidana. Tulisan ini akan menelusuri dan menganalisis jejak pemikiran Hakim Maria yang tertuang pada alasan berbeda (concurring opinion) dan pendapat berbeda (dissenting opinion) dalam putusan-putusan yang telah dijatuhkan Mahkamah Konstitusi.
English Abstract: In mid-August 2018, Maria Farida Indrati as the first and only female Constitutional Justice completed her term. Justice Maria carried out her mandate for two periods since 2008. Not only contributing to thousands of decisions declared by the Indonesian Constitutional Court, but Justice Maria is also widely known as a Constitutional Justice who has strong principles and stance in her opinions. She did not hesitate to express different opinions with other Constitutional Justices when deciding cases. Through her views and perspectives, Justice Maria is also considered as a Constitutional Justice who is very supportive of children and women's interests. However, not many scholars have explored Justice Maria's thoughts on other issues. For example, Justice Maria also has a sharp analysis in assessing whether a law which is being reviewed has complied with the principles of law-making process or not. In addition, Justice Maria also has an independent perspective on various discourses, such as constitutional and governmental issues, general elections, religion and criminal law. This paper traces and analyse the thoughts of Justice Maria which are delivered in different concurring and dissenting opinions in the Constitutional Court decisions.
Note: Downloadable document is in Indonesian.
Keywords: Concurring Opinions, Constitutional Justice, Dissenting Opinions, Indonesian Constitutional Court, Maria Farida Indrati
Suggested Citation: Suggested Citation