Draft Laporan Penelitian - Urgensi Inkorporasi Konsep Hak Asasi Manusia Islam dalam Mata Kuliah Hukum Hak Asasi Manusia Internasional (Draft Research Report - The Urgency to Incorporate the Islamic Human Rights Concept in the International Human Rights Law Course)

54 Pages Posted: 2 Dec 2018

See all articles by Sigit Riyanto

Sigit Riyanto

Universitas Gadjah Mada (UGM)

Fajri Muhammadin

Universitas Gadjah Mada (UGM) - Faculty of Law

Date Written: November 9, 2018

Abstract

Indonesian Abstract: Diskursus antara Hukum Hak Asasi Manusia Internasional (HHAMI) dan Islam telah ada sejak lama dan hingga kini tidak habis-habis. Akan tetapi, ternyata tidak semua mata kuliah HHAMI yang diajarkan di fakultas-fakultas hukum Indonesia mencakupi HAM Islam sebagai salah satu pokok bahasan. Penelitian yang bersifat normatif ini akan mengkaji urgensi memasukkan konsep HAM Islam ke dalam kurikulum HHAMI, dan ditemukan bahwa hal tersebut memang memiliki urgensi. Ditemukan dua alasan utama untuk melakukan hal tersebut. Pertama, sebagai salah satu counter terhadap naratif Eurosentrisme dalam diskursus HHAMI. Kedua, ternyata ada beberapa perbedaan yang bersifat paradigmatic antara HHAMI dan Islam, yang apabila tidak dikenal maka akan sulit mendudukkan diskursus HHAMI dan Islam dengan akurat apalagi mengkaji isu-isu turunan dengan tepat. Perbedaan paradigmatic ini ada dua, yaitu pada tatanan epistemology serta konstruksi antara hak dan kewajiban.

English Abstract: The discourse between international human rights law (IHRL) and Islam has been a longstanding one. However, not all IHRL courses in Indonesia include Islamic human rights as one of the taught chapters. This normative research explores the urgency to include Islamic human rights in the IHRL curriculum, and finds that it is indeed urgent to do so. There are two reasons found to include Islamic human rights in IHRL. First, as a counter towards the Eurocentric discourse of IHRL. Second, there are paradigmatic differences between IHRL and Islam which, if not understood, will make it difficult to fairly consider the discourse and analyze the derivative issues. There are two paradigmatic differences between IHRL and Islamic human rights, which are the epistemology and rights-obligation construction.

Note: Downloadable document is in Indonesian.

Keywords: Islam, Human Rights, international law, legal education, Indonesia

Suggested Citation

Riyanto, Sigit and Muhammadin, Fajri, Draft Laporan Penelitian - Urgensi Inkorporasi Konsep Hak Asasi Manusia Islam dalam Mata Kuliah Hukum Hak Asasi Manusia Internasional (Draft Research Report - The Urgency to Incorporate the Islamic Human Rights Concept in the International Human Rights Law Course) (November 9, 2018). Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3282139 or http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3282139

Sigit Riyanto

Universitas Gadjah Mada (UGM) ( email )

Bulaksumur, Yogyakarta
Yogyakarta, Special Province of Yogyakarta
Indonesia

Fajri Muhammadin (Contact Author)

Universitas Gadjah Mada (UGM) - Faculty of Law ( email )

Jl. Sosio Justicia No. 1
Bulaksumur
Sleman, Yogyakarta 55281
Indonesia

HOME PAGE: http://fajrimuhammadin.staff.ugm.ac.id

Register to save articles to
your library

Register

Paper statistics

Downloads
44
Abstract Views
232
PlumX Metrics