PROSPEK PENINGKATAN PRODUKSI KOPI (Coffea Sp) DI INDONESIA (Prospects of Increasing Coffee Production (Coffea Sp) in Indonesia)

16 Pages Posted: 23 Jul 2021

See all articles by Dwi Cahyo Nugroho

Dwi Cahyo Nugroho

University of Tribhuwana Tunggadewi

Dyana Sari

Tribhuwana Tunggadewi University

A. Yusuf Kholil

University of Tribhuwana Tunggadewi

Date Written: June 30, 2021

Abstract

Indonesian Abstract: Kopi merupakan salah satu komoditas potensial di Indonesia dan dibutuhkan oleh banyak
penggemar kopi di seluruh dunia. Seiring dengan bertambahnya jumlah manusia, permintaan kopi akan terus meningkat. Saat ini, produksi kopi Indonesia berada di peringkat ke4 dunia yang menandakan bahwa Indonesia mempunyai peluang bagus dalam perdagangan kopi dunia. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Indonesia mencapai kenaikan produksi kopi dibandingkan negara-negara pesaingnya (Brazil -peringkat 1, Vietnam-peringkat 2, Columbia-peringat 3, Indonesia -4), maka perlu dilakukan prediksi bagaimana tingkat peningkatan produksi kopi di masing-masing negara tersebut pada periode mendatang dan bagaimana strategi pengembangannya agar dapat tetap eksis dalam pasar dunia. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear sederhana berdasar pada data sekunder selama 30 tahun (1990 – 2019), dilengkapi dengan analisis SWOT. Dari hasil prediksi, produksi kopi Indonesia pada 2020 mencapai
773.915,7 ton dan jumlah produksi kopi Indonesia terus mengalami peningkatan hingga tahun 2050 jumlah produksi kopi Indonesia mencapai 1.119.953,7 ton. Apabila diasumsikan adanya perbaikan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan kopi Indonesia, sehingga skenario hasil produksi kopi Indonesia bisameningkat sebesar 20 %, maka peningkatan produksi kopi di Indonesia pada tahun 2020 dapat meraih 845.430,22 ton hingga pada tahun 2050 hasil produksi kopi Indonesia mencapai 1.260.675.82 ton.Apabila diperbandingkan dengan negara-negara pesaing (Brazil, Vietnam dan Columbia) yang diprediksi dengan cara yang sama, maka di masa mendatang (2050), posisi Indonesia akan dapat menggeser Columbia. Dari hasil prediksi, pada 2050 , Columbia akan meraih jumlah produksi sebesar 953.550,02 ton , sementara Indonesia dapat meraih 958.469,3 ton. Dengan kata lain, Indonesia akan berhasil menggeser kedudukan Columbia sebagai produsen kopi peringkat 3 dunia, sementara Columbia yang saat ini menjadi produsen peringkat 3 dunia akan tersisih mmenjadi peringkat 4 dunia. Hasil analisis SWOT atau hasil perhitungan Matriks IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa pengembangan kopi di Indonesia berada pada kuadran I (Strategi Agresif), dimana Indonesia berada pada situasi yang menguntungkan dengan kekuatan dan peluang yang dimiliki sehingga dapat mengambil peluang yang ada dengan mengoptimalkan kekuatan internal. Strategi yang diterapkan pada kondisi adalah menerapkan kebijakan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Strategi tersebut terfokus pada strategi SO (Strenght-Opportunities) yaitu dengan mengoptimalkan kekuatan internal untuk mengambil peluang yang
ada. Strategi SO (Strenght-Opportunities) yang diterapkan, yaitu : mengoptimalkan kekuatan internal untuk meningkatkan produksi (dengan cara pertumbuhan dan pemeliharaan kopi yang lebih baik), pengembangan perkebunan kopi ( intensifikasi) dan meningkatkan kualitas tenaga kerja.

English Abstract: Coffee is one of the potential commodities in Indonesia and is needed by many coffee enthusiasts around the world. As the number of people increases, the demand for coffee will continue increased. Currently, Indonesia's coffee production is ranked 4th in the world which indicates that Indonesia has a good opportunity in the world coffee trade. To find out to what extent Indonesia's ability to achieve an increase in coffee production compared to its competitors (Brazil - ranked 1, Vietnam-ranked 2, Columbia-ranked 3, Indonesia -4), it is necessary to make predictions how is the rate of increase in coffee production in each of these countries in the coming period and how its development strategy can be in order to survive in the world market. This research using a simple linear regression method based on secondary data for 30 years (1990 – 2019), equipped with a SWOT analysis. From the prediction results, Indonesia's coffee production in 2020 will reach 773,915.7 tons and the number of Indonesian coffee production continues to increase until 2050, Indonesia's coffee production reached 1,119,953.7 tons. If it is assumed that there is an improvement in growth and maintenance of Indonesian coffee, so that the scenario of Indonesian coffee production can be increased by 20%, then the increase in coffee production in Indonesia in 2020 can reach 845,430,22 tons until in 2050 Indonesia's coffee production will reach 1,260,675.82 tons. When compared with competing countries (Brazil, Vietnam and Columbia) which predicted in the same way, then in the future (2050), Indonesia's position will be able to shift Columbia. From the predictions, in 2050 Columbia will achieve a total production of 953,550.02 tons, while Indonesia can reach 958,469.3 tons. In other words, Indonesia will succeed in shifting Columbia's position as the world's number 3 coffee producer, while Columbia is currently the the world's number 3 producer will be eliminated to become the world's number 4th. The results of the SWOT analysis or the results of the IFAS and EFAS Matrix calculations show that coffee development in Indonesia is in quadrant I (Aggressive Strategy), where Indonesia is in favorable situation with the strengths and opportunities it has so that it can take existing opportunities by optimizing internal strengths. The strategy applied to the conditions is implementing an aggressive policy (Growth Oriented Strategy). The strategy focuses on the SO . strategy (Strenght-Opportunities) by optimizing internal strengths to take advantage of opportunities there is. The SO (Strength-Opportunities) strategy implemented, namely: optimizing internal strengths to increase production (by means of better coffee growth and maintenance), development coffee plantations (intensification) and improve the quality of labor.

Note: Downloadable document is in Indonesian.

Keywords: Coffee, Indonesia, prospect, production, world, Kopi, Indonesia, prospek, produksi, dunia

JEL Classification: Q, F, G

Suggested Citation

Nugroho, Dwi Cahyo and Sari, Dyana and Kholil, A. Yusuf, PROSPEK PENINGKATAN PRODUKSI KOPI (Coffea Sp) DI INDONESIA (Prospects of Increasing Coffee Production (Coffea Sp) in Indonesia) (June 30, 2021). Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3877510 or http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3877510

Dwi Cahyo Nugroho (Contact Author)

University of Tribhuwana Tunggadewi ( email )

Indonesia

Dyana Sari

Tribhuwana Tunggadewi University ( email )

A. Yusuf Kholil

University of Tribhuwana Tunggadewi

Jalan Raya Tlogomas
Malang, East Java
Indonesia

Do you have a job opening that you would like to promote on SSRN?

Paper statistics

Downloads
416
Abstract Views
890
Rank
107,622
PlumX Metrics